Selasa, 19 April 2011

Untuk kau yang kelak ada di rahimku

Untuk kau yang kelak ada di rahimku...
Aku ingin bercerita padamu, bolehkah?
Setidaknya agar kau tak menyesal nantinya.
Kurasa kau akan mengkerutkan keningmu saat ini,
atau malah berjanji untuk menendang keras perutku kelak.

Percayalah, bukan karena aku tak menginginkanmu.
Tapi tak ingin kau sering menangis nantinya.

Dunia kini sedang kacau.
Kupikir masanya akan sangat panjang.
Lidah-lidah keserakahan menjalar di mana-mana.
Tangan-tangan penindas mencengkeram seluruh tanah.

Mungkin saat kau datang,
tak ada lagi ruang untukmu bermain.
Kau akan berpikir mengikat gawang bola di udara,
dan setelah itu menangis kecewa karena tersadar,
kau tak punya sayap.

Di sini...
Orang-orang kecil sulit bernapas,
padahal udara tak dijual.
Berhari-hari mereka puasa,
padahal ramadhan telah usai.

Percayalah, bukan karena aku tak menginginkanmu.
Tapi tak ingin kau hanya menambah sesak mereka.

Kecuali jika kau berjanji,
menebus langkah yang termakan zaman karena kelalaianku.
Merelakan tanganmu menjadi kepalan pelindung mereka yang kecil.


29102010. 10:50 Wita

0 komentar:

Posting Komentar