Oleh: Dyah Astrini
Perempuan punya cerita merupakan sebuah karya anak-anak bangsa yang menceritakan tentang kisah-kisah perjuangan perempuan dalam menghadapi kerasnya kehidupan. Dibagi dalam empat kisah yang masing-masing berlatar tempat berbeda di Nusantara. Dimulai dari kisah perempuan di suatu pulau terpencil, di suatu desa yang tingkat pendidikan masih rendah, di kota pelajar, hingga kisah perempuan di kota metropolitan. Semua terangkum singkat dalam film yang berdurasi +/- 105 menit.
Cerita 1 (Kepulauan Seribu) à Perempuan tidak memiliki kekuatan, status sosial hanya membuat kehilangan harga diri.
Seorang pekerja medis bernama Sumantri (Rieke Diah Pitaloka) yang mengabdikan tugasnya di suatu pulau terpencil yang tak terjamah fasilitas kesehatan dari pemerintah. Bekerja sehari-hari sebagai bidan di pulau tersebut. Suatu waktu, ia divonis menderita kanker oleh dokter yang membuatnya harus menjalani perawatan di Jakarta. Di saat yang bersamaan, ia mencium adanya ketidakadilan terhadap Wulan (Rachel Maryam) yang memiliki keterbelakangan mental. Wulan menjadi korban pelecehan seksual oleh anak-anak juragan di pulau. Puncaknya, perlawanan yang coba digamangkan oleh Sumantri dipolitisi oleh juragan-juragan pulau dengan memunculkan isu pengaborsian yang dilakukan Sumantri oleh warga pulau. Padahal tindakan yang dilakukan Sumantri demi menyelamatkan sang ibu. Namun, pada akhirnya Wulan hanya bisa meratapi kepergian sang pelindungnya sekaligus sahabatnya Sumantri di dermaga.
Penulis : Vivian Idris Sutradara : Fatimah Rony
Cerita 2 (Yogyakarta) à Perempuan menjadi objek.
Kemudian dilanjutkan pada kisah perempuan di kota Jogjakarta. Seorang jurnalis bernama Jay Anwar (Fauzi Baadillah) yang tengah mencari berita mengenai kehidupan seks bebas di kalangan remaja di kota pelajar tersebut. Mencoba menyamar sebagai pelancong berstatus mahasiswa. Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan gadis bernama Safina (Kirana Larasati) yang kemudian ditawari untuk menjadi pemandunya selama di Jogjakarta. Tanpa disadari, tumbuh benih cinta di hati Safina terhadap Jay. Puncak pembuktian dari cinta Safina dimana ia merelakan keperawanannya kepada Jay. Setelah tujuan risetnya rampung, Jay pun kembali ke Jakarta. Pada akhirnya, Safina menyadari bahwa ia hanya dijadikan alat riset oleh Jay. Di Jakarta, Jay bersama pacarnya menyaksikan hasil liputannya selama di Jogjakarta. Dalam liputan berita tersebut, tampak jurnalis sedang mewawancarai Safina yang dimanfaatkannya untuk meminta pertanggungjawaban kepada jurnalis yang menjadikannya objek tersebut.
Penulis : Vivian Idris Sutradara : Upi Avianto
Cerita 3 (Cibinong) à Perempuan rawan perdagangan.
Perjuangan perempuan di kisah ini menceritakan mengenai kehidupan perempuan di Desa Cibinong yang masih terbilang lugu. Keteguhaan perjuangan seorang Ibu Esi (Shanty) dalam menjaga anak gadisnya, Maesaroh (Ken Nala Amrytha) dari sindikat perdagangan perempuan. Namun pada akhirnya, Ibu Esi hanya bisa meratapi foto anaknya yang telah dinikahi oleh pria berkebangsaan Taiwan.
Penulis : Melissa Karim Sutradara : Nia Dinata
Cerita 4 (Jakarta) à Perempuan menjadi kambing hitam, pusat kesialan.
Kisah terakhir yang berlatar di kota metropolitan Jakarta ini, mengisahkan perjuangan seorang istri bernama Laksmi (Susan Bachtiar) yang tertular HIV AIDS dari almarhum suaminya Reno (Winky Wiryawan) akibat pergaulan bebas. Perjuangannya yang disudutkan oleh keluarga suaminya yang menuduhnya sebagai penyebab kematian Reno. Kondisi Laksmi yang tertular HIV AIDS pun dijadikan keluarga Reno untuk memisahkan Laksmi dengan anaknya. Pada akhirnya, Laksmi pun menyadari bahwa ia harus berpisah demi kebahagiaan anaknya.
Penulis : Melissa Karim Sutradara : Lasja Fauzia Susatyo
Sebuah karya anak bangsa yang tak kalah berprestasi ini wajib untuk disaksikan. Kisah-kisah yang mengharukan dan penuh inspiratif ini akan membuka mata khususnya para kaum wanita mengenai persoalan-persoalan di sekitar kita. (dh)
0 komentar:
Posting Komentar