Duhai perempuan yang telah dilahirkan pada tahun-tahun kebahagiaan
Kelahiranmu menjadi penanda gembira
Gerakmu lalu menjelma untaian pengabdian
Wahai kau perempuan berparas anggun
Sungguh mulia jasamu
Tak terhingga pengorbananmu
Di dalam doamu selalu terselip nama anak-anakmu
Tak pernah luput perhatianmu untuknya
Betapa mulianya kau perempuan yang disebut ibu
Tahukah kau bahwa mereka tahu kau menyayangi mereka melebihi apa pun
Mengertikah kau ibu bahwa cinta anak-anakmu melebihi luasnya samudra
Ingatkah kau ibu ada rasa sayang anak-anakmu melebihi ukuran jutaan galaksi
Oh Tuhan…
Betapa renta kini ia diikat usia
Materi fisik tubuhnya tidak lagi semampai dahulu
Tapi haruskah dibandingkan rasa cintanya yang suci dengan materil rendahan
Oh Tuhan…
Kau yang tahu betapa deras air matanya saat anaknya berteriak bahkan memaki
Hanya dia dan Kau saja Tuhan yang tahu ia tersayat perih tatkala menemukan anaknya tak patuh padanya
Oh Tuhan…
Ini doa untuk Sang Ibu
Sebuah untaian nada memohon pengampunan untuk Sang Ibu
Kami mengerti betapa keras hidup yang harus ia lalui
Betapa sulit terjangan badai yang menghadang kehidupannya
Betapa berat beban pundaknya yang ditambahkan tatkala anaknya merengek
Namun terkadang anak-anaknya seakan tak peduli
Oh Tuhan…
Sucikan mereka dari segala dosa
Sucikan pengorbanan mereka membangun bangsa ini
Sucikan setiap lantunan doa dan airmatanya yang menghidupi surgawi
0 komentar:
Posting Komentar