Selasa, 13 November 2012

Revolusi Lifestyle Perempuan

Oleh: Malikha Zahra

Fashion sangat melekat dalam diri seorang perempuan yang kini kian meramaikan jagat kebutuhan wanita, khususnya wanita muslimah. Emansispasi menjadi salah satu alasan berkembang pesatnya lifestyle perempuan berhijab. Mencoba menerobos kungkungan atas kreatifitas setiap manusia. Ya, setiap manusia berhak memperoleh dan mengaplikasikan pengetahuan sebagai fitrahnya serta menciptakan hal baru sebagai wujud inovatif dalam peradaban. Dan kaum hawa juga mulai memperoleh haknya. Namun, apakah kita bebas untuk mengekspresikannya atau ada hal yang mengatur di belakangnya?

Fenomena “hijabers” yang kian digandrungi oleh muslimah, akhirnya menjadi sebuah gaya hidup yang menjamur di seluruh Indonesia. Pro dan kontra pun kerap kali muncul dalam diskusi-diskusi kecil para komunitas perempuan, bahkan kaum Adam pun sering membincangkannya. Sontak gaya hidup ini menjadi spirit bagi perempuan-perempuan untuk ingin berusaha menyempurnakan dirinya dengan berjilbab, bahkan beberapa aktris pun melakukannya. Namun, yang disayangkan adalah paradigma perempuan muslimah yang “hanya” mempercantik gaya atau model pakaian serta jilbabnya. Terbukti dengan semakin banyaknya tutorial-tutorial menggunakan jilbab, agar nampak rapi dan trendi. Selayaknya banyak kemuliaan dan keindahan perempuan yang dapat digali, mulai dari kecerdasan intelektualnya sampai spiritnya berjuang dengan kasih dan cintanya kepada Sang Pemilik Cinta, seperti yang dilakukan oleh perempuan teladan dan mulia sepanjang masa, yaitu Fatimah Az Zahra. Beliau dengan kezuhudannya mengatakan kepada Rasulullah SAW: “Wahai Rasulullah, Salman heran melihat pakaianku. Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, aku dan Ali sejak lima tahun tidak memiliki sesuatu pun kecuali kulit domba yang pakai untuk memberikan makan onta kami pada siang hari dan menjadikannya tikar pada malam hari, dan bantal kami terbuat dari kulit yang berisi sabut.” Dapat dilihat bahwa lifestyle yang diciptakan oleh Fatimah Az Zahra berkaitan dengan sebuah susbstansi nilai, yaitu perjuangan akan kebenaran dan keadilan. Terlebih lagi dengan sebuah keikhlasan dan kezuhudan yang dimiliki menjadikannya manusia suci yang sangat dicintai baginda Rasulullah SAW.

Sejatinya setiap manusia termasuk perempuan memiliki dua tanggung jawab, yaitu tanggung jawab sebagai individu yang berkaitan dengan personal dan hubungan vertikalnya dengan Tuhan, seperti salat, puasa, doa, dan lainnya. Dan yang kedua adalah tanggung jawab sosial sebagai makhluk sosial perlu meletakkan keberpihakannya pada perjuanagn kemanusiaan, baik dalam keluarga, masyarakat, bangsa, dan lainnya. Hal ini meniscayakan bahwa perempuan pun penting untuk membuat tatanan sosial masyarakat yang pro keadilan dan kebenaran baik yang dimulai dengan mendidik calon generasi masa depan sampai menjadikannya pemimpin masa depan. Tentunya persoalan mendidik bukanlah hal yang enteng, butuh pengetahuan yang luas untuk memaksimalkannya. Supaya tak ada lagi koruptor masa depan, kapitalis masa depan, dan lainnya. Oleh karena itu, lifestyle masa kini seyogyanya memberi perhatian pada ranah intelektual, emosional, dan spiritual seorang perempuan. Misalnya, gaya hidup perempuan gemar membaca, berlembaga, diskusi, menulis, dan dekat dengan kaum mustadhafin. Ketika pola hidup tersebut yang menjadi tren, impian tentang revolusi dunia mungkin akan segera tampak. Karena baik laki-laki maupun perempuan akan saling melengkapi perjuangannya di jalan Tuhan. Perjalanan menuju substansi cinta.

Karena sang Penguasa langit dan bumi memberikan kesempatan kita untuk mencicipi dunia, maka tugas setiap manusia adalah menjadi pasukan Tuhan di muka bumi. Atau istilah lainnya adalah khalifah di muka bumi. Dalam bahasa sederhananya kita sebut dengan berjuang. Berjuang tak lagi atas namaa ego diri, keluarga, kelompok, atau suku. Namun, lebih mulia daripada itu adalah atas nama semesta dan nilai. Sehingga, dalam hal lifestyle untuk perempuan pun sejatinya berlandaskan nilai dan bertujuan menjadi insan kamil.

Wahai perempuan, keindahanmu tampak dari rona kebijaksanaanmu
Kemuliaanmu ada pada hasrat intelektualmu yang tak berujung
Dan keagunganmu tampak dari spirit perjuanganmu menghempas kezaliman.
(Winda Junita Ilyas)


0 komentar:

Posting Komentar