Selasa, 19 Agustus 2014

KISAH HIKMAH: Hak Tetangga

Hasan putra Fathimah berkata: “Pada suatu malam Jum’at, aku menyaksikan ibuku Fathimah tenggelam dalam ibadah hingga pagi. Dia tiada berhenti untuk rukuk dan sujud serta menyebut satu persatu nama tetangga. Satu persatu tetangga itu didoakan, namun herannya aku tak mendengar beliau berdoa untuk dirinya sendiri. Dengan takjub, aku bertanya kepadanya, “Wahai ibu! Mengapa ibu hanya mendoakan orang lain, dan mengabaikna diri sendiri?” Ibuku menjawab, “Anakku! Tetangga dahulu, baru diri kita. Al-jar stumma ad-daar.”.”



0 komentar:

Posting Komentar