Selasa, 19 Agustus 2014

REVIEW BUKU: The Mommy Brain

Judul Buku       : The Mommy Brain
Penulis             : Katherine Ellison  
Penerbit          : PT. Bhuana Ilmu Populer
Tebal Buku      : 401 halaman
Tahun Terbit   : 2011

Memilih untuk berbadan dua artinya anda sedang berada pada zaman baru di saat kecerdasaan fisik dan mental mengalami penyusutan. The Mommy Brain, istilah modern bagi penyakit yang menjangkiti para ibu yang mengalami kondisi ini.
       
Sebagian besar perempuan hamil dan yang baru saja melahirkan, sampai saat ini percaya bahwa kecerdesan mereka menurun. Suatu keyakinan yang kadang membawa rasa malu dan takut. Mereka mengatakan bahwa mereka kehilangan daya ingat, perhatian yang kacau, konsentrasi yang lemah, dan melambatnya kognitif secara umum.

The Mommy Brain” membuat seabrek psikiater, psikolog, dan ahli endokrinologi di seluruh dunia menyelediki pembuktian kebenarannya. Juga ketika Katherine Ellison—penulis buku ini—mendapati dirinya sedang hamil, lebih sibuk dari biasanya. Ia juga lebih bertenaga dan efisien, lebih terlibat secara sosial, dan waspada secara mental. Karenanya, ia mewawancarai para ilmuwan dan beberapa ibu hamil hampir di seluruh dunia.

Eureka! Hasilnya memang mengejutkan. Hasil penelitian membongkar mitos “The Mommy Brain”. Menjadi Ibu justru membuat Anda semakin cerdas. Tuntutan multi tugas yang bekerjasama dengan emosi, reaksi hormon, dan jutaan pengalaman sensoris membuat otak ibu mengalami revolusi. Persepsi indera yang berkembang, efisiensi, mengurangi stres, kekuatan mental, dan meningkatnya kecerdasan sosial yang dimiliki ibu adalah atribut-atribut otak yang dirangsang oleh bayi.

Banyak ibu menganggap bahwa “The Mommy Brain” hanya sugesti yang kebanyakan terjadi. Mereka justru dapat melaksanakan beberapa tugas sekaligus. Misalnya, memberi makan tiga bayi sekaligus dalam tiap tiga jam dengan posisi bayi yang berbeda-beda.

Alam juga menghadapi persoalan, perempuan lebih mudah berkompromi daripada memerangi atau lari dari persolan tersebut. Menjadi ibu adalah pilihan bijak untuk menjadi cerdas. 


Saya rasa tidak ada hal lebih yang dapat Anda lakukan terhadap otak anda selain mempunyai anak,” Michael Merzenah, Dosen Ilmu Sarad, University of California.

0 komentar:

Posting Komentar