Selasa, 19 Agustus 2014

OPINI: PEREMPUAN “PEWARIS” SANG MAHA PENCIPTA (bagian 2)

Oleh: Nuralam

Ibumu telah mengandung, memberikan segalanya kepadamu, mempersiapkan diri untuk berkhidmat kepadamu, memberikan semua yang dia miliki kepadamu dengan senang hati, memikul semua kesedihan atau kepedihannya, diberi kekuatan oleh Allah untuk melahirkanmu, dia rela (senang) kalau kamu kenyang meskipun dia sendiri lapar, dia mempersiapkan untukmu pakaian meskipun dia sendiri tidak berpakaian, dia senang kalau sudah hilang dahagamu meski dia tetap kehausan, dia gembira kalau kamu terhindar dari panas matahari meski dia sendiri terkena panas matahari, siap menderita tapi kamu memperoleh kenikmatan, siap tak bisa tidur tapi kamu bisa tidur nyenyak. Kalau kamu ingin mensyukuri nikmat yang diberikan ibumu, maka selalu ingatlah apa yang dilakukan oleh ibumu, tapi kamu tak akan mampu mensyukuri semuanya”(Ali Zainal Abidin Bin Husain)

Tujuan mencapai pusat spiritual atau asal kehidupan disimbolkan dengan tawaf, mengitari Ka’bah dari arah kanan ke kiri sebanyak 7 kali. Proses tawaf ini diibaratkan seperti nutfa yang menuju inti telur. Menurut Achmad Chodjim dalam “Mistik dan Makrifat Sunan Kalijaga”, Ka’bah yang dikenal sebagai bait Allah atau rumah Tuhan merupakan lambang bagi rahim kehidupan. Perumpamaan rahim dengan bait Allah menyiratkan tentang kemuliaan kedudukan perempuan yang dianugerahkan rahim padanya. Melalui rahim perempuanlah, Tuhan menitipkan sebagian dari keberlangsungan kehidupan yang akan membentuk peradaban, memenuhi tugas-tugas kemanusiaan sebagai khalifatul ardh dan akan menebarkan aroma yang memiliki keharuman yang melintasi zaman, ruang bahkan waktu.

Mulla shadra berkata dengan firman Tuhan: “Setiap kali aku merenungi ayat-ayat berikut, “dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal dari tanah). Kemudian kami jadikan saripati itu mani (yang disimpan) dalam tempat yang kukuh (rahim). Kemudian air mani itu kami jadikan segumpal darah, Lalu segumpal darah itu, Kami jadikan segumpal daging, Dan segumpal daging itu kami jadikan tulang-belulang, Lalu tulang –belulang itu kami bungkus dengan daging, Kemudian kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maha suci Allah, pencipta yang paling baik (QS. Al Mu’minun:12-14). Aku terilhami oleh ekspresi ayat-ayat tersebut yang mengisyaratkan bahwa obyek-obyek tersebut telah dijadikan ciptaan yang lain.”

Jalaluddin Rumi turut menggubah kehebatan perempuan: “Betapa hebatnya wanita itu, Karena di setiap tempat aku melihat “ibu” yang adalah wanita. Segala sesuatu dalam kosmos ini adalah wanita dan ia adalah ibu yang melahirkan sesuatu yang lebih tinggi dari dirinya sendiri. Apakah itu batu api yang yang melahirkan percikan yang kemudian menghasilkan api untuk kehidupan untuk peradaban bumi adalah wanita yang melahirkan berbagai tetumbuhan sebagai hasil dari hieros gamos (pernikahan suci).

Ketika laki-laki dengan kekuatannya menanggung beban di pundaknya (himl), maka perempuan dengan kekuatannya pula dan dengan rahim yang dianugerahkan padanya menanggung beban berat bukan di pundaknya, melainkan dalam tubuhnya. Rahim yang di dalamnya akan memperpanjang kasih ilahi, yang dengannya rahmat tuhan bagi semesta akan berlangsung hingga akhir zaman.

Dan ketika perempuan diwajibkan menjaga kesucian hijab dan bahkan zakat kecantikan adalah iffah (menjaga kesucian diri dengan menjajahkan diri dari berbagai hal yang tidak baik) adalah bagian dari kasih Ilahi yang ingin menjaga kekasihNya (baca: perempuan).

Berbahagialah para perempuan yang memaksimalkan feminitasnya  sebagai ketertarikan pada Zat Yang Maha Pencipta. Yang dengan tangisan, rintihan dan kelembutan hatinya dijadikan senjata keberTuhanan yang ultim.

Berbahagialah perempuan yang Ilahi menyebutnya dengan cinta kasih, yang sifat jamalNya terserap lebih banyak pada perempuan dan dengan sifat yang sama Tuhan menggambarkan surgaNya. Dengan rahim, perempuan dimandat unyuk menjadi pelanjut peradaban, perpanjangan kasih sayang Tuhan bagi semesta alam dan pewaris Sang Maha Pencipta.

0 komentar:

Posting Komentar