Senin, 22 Oktober 2012

Mengenal Apel dan Khasiatnya

Al-Quran dan hadis menyebut apel sebagai buah surga. Buah ini memiliki kandungan nutrisi khusus yang menjadi perhatian manusia sejak dahulu kala. Apel dikenal sebagai salah satu buah paling sehat dan amat disukai masyarakat dari berbagai belahan penjuru dunia. Apel memiliki warna yang beragam dan menarik serta mengandung berbagai unsur vitamin dan nutrisi lainnya. Buah bermanfaat ini mengandung vitamin, magnesium, zinc, zat besi, fosfor, kalsium dan lainnya. Kadar potasium dan sodium  dalam apel mengatur dan menyeimbangkan metabolime tubuh manusia. 
Berdasarkan penelitian, apel bisa mengurangi resiko kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker paru-paru. Dibandingkan dengan buah lainnya dan sayuran, apel mengandung vitamin C yang tidak seberapa, tetapi kaya dengan senyawa antioksidan lainnya. Biarpun tidak sebanyak buah lain, namun serat dalam apel membantu mengontrol pergerakan usus yang bermanfaat mengurangi resiko kanker usus besar. Serat apel juga membendung penyakit jantung serta mengontrol berat badan dan tingkat kolesterol, karena buah apel tidak mengandung kolesterol dan mempunyai serat yang mengurangi kolesterol dengan mencegah reabsorpsi.
Pengobatan Islami dan medis modern menyinggung berbagai khasiat buah apel.  Imam Shadiq mengatakan apel sebagai buah yang berkhasiat menurunkan suhu tubuh. Ali bin Abi Thalib menyebut apel sebagai buah yang menjaga lambung. Para pakar medis berkeyakinan bahwa apel berkhasiat sebagi obat antibakteri dan antiinfeksi. Dr. Bernard Johnson dalam bukunya mengenai khasiat buah dan sayuran mengungkapkan bahwa orang yang menderita penyakit panas dingin dianjutkan untuk mengkonsumsi buah apel atau sari buah itu selama dua-tiga hari.  Mengenai keutamaan buah apel, sebuah pepatah Inggris mengungkapkan, "Mengkonsumsi apel setiap hari akan menjauhkan dari dokter." 
Peneliti dari Universitas MIT, Amerika menyebut sari buah apel segar yang dikonsumsi secara rutin bisa memulihkan daya ingat orang yang menderita penyakit alzheimer. Sebuah artikel yang dimuat di jurnal Perancis, Alzheimer Disease & other Dementias mengungkapkan hasil sebuah penelitian terhadap 21 orang yang rata-rata terjangkit alzheimer terbukti bahwa mereka yang mengkonsumsi dua gelas sari apel atau 120 mililiter sehari bisa mengembalikan  27 persen daya ingat mereka. Apel juga bermanfaat untuk mengobati tidur buruk, jika dikonsumsi sebelum tidur. Kandungan vitamin B, magnesium dan unsur-unsur penting lainnya dalam apel memberikan ketenangan bagi syaraf dan membantu tidur lebih baik. 
Aisyah, istri Rasulullah Saw pernah meriwayatkan bahwa suatu hari ia menemui Rasulullah dan berkata, "Wahai Rasulullah mengapa engkau selalu mencium Fatimah ketika ia datang. Rasulullah menjawab, Ketika aku Mi'raj, Jibril membawaku ke surga dan menyuguhkan apel dari surga. Kemudian buah apel itu aku makan dan menjadi nutfah. Sekembalinya dari mi'raj, Fatimah berasal dari nutfah itu. Di saat aku merindukan surga, maka aku mencium putriku Fatimah." 
Berbagai riwayat Islam menjelaskan beragam khasiat makanan dan minuman dan tata caranya. Mengenai tata cara memakan apel, dalam sebuah hadist dikatakan, "Jika ingin memakan apel, ciumlah sebelum engkau memakannya." Perbuatan ini akan mengurangi sakit di tubuh. Gerry Schwartz dari Universitas Yale mengungkapkan bahwa bau harum apel bisa mengurangi tekanan darah tinggi dan memberikan rasa tenang. 

Rahim: Sebuah Dongeng Kehidupan

Judul buku            : Rahim
Penulis                  : Fahd Djibran
Penerbit                : Goodfaith Production
Tebal                    : 316 halaman
Tahun Terbit         : 2010 (Cetakan Kedua)

Berkisah tentang sebuah cerita yang hadir dari janin yang tumbuh di dalam rahim seorang perempuan, buku ini mengantarkan kita menyelam memaknai keberadaan sebuah rahim. Rahim yang menurut penulis, seolah-olah mememilik kehidupannya sendiri.

Banyak uraian ilmiah yang telah hadir sebelumnya membahas tentang rahim sebagai salah satu organ dalam tubuh seorang perempuan. Namun, buku ini mencoba memberikan kita sedikit gambaran tentang kehidupan dalam sebuah rahim. Tak sekedar berbicara tentang perkembangan janin secara fisik, atau pun sekedar memberikan saran kepada ibu hamil tentang pentingnya asupan gizi bagi kandungan.

Di prolog, penulis menggambarkan seorang Dakka  sebagai pengabar berita dari alam rahim. Jauh menjelajahi isi buku, Dakka mengabarkan pada kita bahwa rahim tak sekedar organ reproduksi semata bagi perempuan, melainkan juga ada sebuah mekanisme kehidupan dengan sistem dan subsistem yang lengkap di dalamnya. Dakka terus mengabarkan semua fase yang ada di alam rahim, fase yang menunjukkan mulai hadirnya janin dalam rahim seorang perempuan, masa pertumbuhan hingga masa kelahiran. Dakka tak henti mengabarkan makna dari setiap fase bagi janin. Makna ini yang akan mengajarkan para seorang calon ibu untuk menjaga dan memperhatikan setiap detik perkembangan janin dan rahimnya

Kabar yang disampaikan Dakka tidak melulu berbau ilmiah, tetapi kita diajak untuk mendengar cerita para janin yang ada di alam rahim. Tidak hanya cerita menggembirakan tentang keluarga yang menanti seorang anak, bahkan terdapat cerita tentang sakit yang dirasakan janin saat tak diinginkan hingga akhirnya diaborsi oleh ibunya.

Buku ini tidak sekaku buku-buku kehamilan lainnya. Buku yang terdiri dari 19 bagian ini berusaha mengajarkan kita tentang betapa bermaknanya hidup, tentang betapa hebatnya seorang ibu, tentang betapa luar biasanya rahim. Cerita dalam bentuk dongeng ini begitu berbeda, dengan penjelasan yang ringan dan cerita yang terkesan hidup membawa kita lebih memaknai arti hidup bagi janin. Buku ini tentu saja akan mengantarkan perempuan untuk selalu menghargai dan menjaga setiap potensi yang dimilikinya.

Satu kutipan di pengantar pada sampul buku ini patut menjadi rekomendasi bagi setiap pembaca, khususnya para perempuan untuk menikmati buku ini, “Dan pada saatnya nanti, mungkin kau akan memiliki seorang anak yang bersemayam di rahim suci perempuanmu. Bila saat itu datang, apa pun alasanmu, kumohon jangan biarkan penghuni Kerajaan Alam Rahim bersedih dan terluka lagi. Jangan sekalipun kau berpikir untuk menggugurkan kandungannya atau malah melakukannya. Jangan menodai kesucian rahim perempuanmu. Jangan lakukan itu. Kumohon. Asal kau tahu, Rahim adalah nama lain dari Raja Semesta.”

HIDUP BERSAMA LUPUS

Lupus adalah penyakit yang muncul akibat kelainan fungsi sistem kekebalan tubuh. Pada tubuh manusia terdapat antibodi yang berfungsi menyerang sumber penyakit yang akan masuk ke dalam tubuh. Pada penyakit ini, antibodi yang terbentuk muncul berlebihan dan justru menyerang sel – sel jaringan organ tubuh yang sehat. Sehingga mengakibatkan kekebalan tubuh menurun, dan tubuh menjadi rentan terhadap penyakit. Lupus merupakan salah satu penyakit yang belum bisa disembuhkan hingga saat ini.

Hormon estrogen yang berlebih merupakan salah satu dari penyebab munculnya penyakit Lupus. Sehingga sembilan dari sepuluh Odapus (orang penderita Lupus – sebutan untuk pengidap penyakit Lupus) adalah perempuan yang pada umumnya berada pada usia reproduksi. Di Indonesia sendiri belum diketahui jumlah pasti perempuan yang mengidap penyakit Lupus.

Tiara Savitri – 44 tahun dan Sinta Ridwan,- 26 tahun, adalah dua dari perempuan Odapus di Indonesia yang tidak menjadikan Lupus sebagai penghalang untuk berkarya.

Tiara Savitri telah mengidap penyakit Lupus sejak tahun 1987. Di tahun 80-an informasi dan pengetahuan tentang penyakit ini masih sangat minim. Lupus sering disebut sebagai penyakit seribu wajah karena gejala yang muncul mirip dengan penyakit lain. Hal ini pula yang dialami oleh Tiara, di awal perjumpaannya dengan Lupus. Selama 9 bulan dirawat di rumah sakit, barulah pada bulan kedelapan diketahui bahwa penyakit yang sebenarnya diidap oleh Tiara adalah Lupus. Berdasar dari pengalamannya, Tiara memutuskan untuk mendirikan sebuah yayasan pada tahun 1998. Yayasan yang diberi nama Yayasan Lupus Indonesia, bertujuan untuk memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang bagaimana penyakit Lupus itu sebenarnya, serta membantu Odapus lainnya dengan memberikan konseling dan motivasi agar mampu bertahan melawan Lupus. Kata putus asa tidak pernah ada dalam kamus hidup Tiara, bahkan setelah mengetahui bahwa anak semata wayangnya juga terkena penyakit yang sama dengannya. Saat ini Tiara bersama Yayasan Lupus Indonesia memperjuangkan pengobatan dan biaya rumah sakit agar lebih mudah dan murah bagi para Odapus.      

Sinta Ridwan telah berkawan dengan penyakit Lupus semenjak tujuh tahun lalu. Gadis yang kini berusia 27 tahun itu, di tengah – tengah keterbatasan fisiknya telah menamatkan kuliah S2 di jurusan Filologi (jurusan yang mempelajari naskah-naskah manuskrip zaman kuno) Universitas Padjadjaran Bandung. Lupus tidak menghalangi cita – cita Sinta untuk memberikan manfaat bagi orang – orang yang berada disekitarnya. Hal ini diwujudkannya dengan membuka kelas nonformal dan menjadi pengajar aksara kuno di Bandung. Kelas yang didirikannya bertujuan untuk menjaga dan melestarikan naskah - naskah kuno yang merupakan warisan masa lalu. Langkah Sinta, tidak hanya berhenti di ruang kelas, mendirikan museum digital adalah mimpi yang selanjutnya ingin ia wujudkan.  Semangat yang besar, hal itulah yang tidak pernah hilang dari Sinta. Gadis yang sangat cinta dengan dunia sastra ini, juga telah menuangkan kisah perjalan hidupnya dalam menghadapi panyakit Lupus ke dalam sebuah buku berjudul “Bersahabat Dengan Kematian”.

Hidup bersama Lupus, tidak selalu buruk bagi mereka. Terdapat pandangan hidup yang sama dari kedua perempuan hebat ini, mereka menganggap bahwa pikiran positif, senyuman, dan berbagi kebahagiaan dengan orang lain merupakan obat terbaik untuk segala penyakit. Tiap dari kita pasti mempunyai masalah, yang menjadi perbedaan adalah bagaimana cara kita menghadapi masalah tersebut.

“Perjalanan hidup adalah sebuah proses dan kematian adalah final. Begitu pula kematian adalah jodoh yang pasti datang untuk mendampingi kita untuk melangkah ke kehidupan yang baru.” (Sinta Ridwan)


NILAI SPIRITUALITAS DARI KESEHATAN PEREMPUAN

Manusia adalah mahluk jasmaniah sekaligus makhluk ruhaniah. Karena itu, dalam dirinya ada potensi untuk berhubungan dengan dunia material dan dunia spiritual. Manusia adalah “radio dua band” yang mampu menangkap gelombang panjang dan gelombang pendek. Ia mampu menangkap hukum-hukum alam di balik gejala-gejala fisik yang diamatinya. Selain itu, manusia juga mampu menyadap isyarat-isyarat gaib dari alam yang lebih luas lagi. Bila satu potensi dikembangkan luar biasa sedangkan potensi yang lain dimatikan, manusia akan menjadi mahluk yang bermata satu.
Kebahagiaan, ketentraman, keindahan, kesucian, keadilan, dan keharuan adalah gejala-gejala ruhaniah yang dimiliki manusia. Gejala-gejala ini tidak bisa dimiliki bila potensi ruhaniah dimatikan. Jadi ruh mampu mempengaruhi jasmani, tapi jasmani tidak akan mampu mempengaruhi ruh. Atau dalam pengertian lain, bahwa  non materi dapat mempengaruhi yang non materi dan yang materi.

Makanan adalah salah satu kebutuhan manusia yang bersifat jasmaniah. Jika kita melihat dari sisi materi makanan seperti apa yang dimakan (manis atau pahit; bergizi atau tidak), berapa kali kita makan dalam sehari, dan lain-lain. Semuanya itu akan mempengaruhi jasmani kita, seperti gemuk atau kurus, tinggi atau pendek, kebersihan kulit, dll. Tapi jika kita melihat dari sisi non materinya, seperti kehalalannya, apakah menyebut nama Allah pada saat pengelolaannya, apakah kita makan diawali dengan basmalah dan diakhiri dengan hamdalah, maka akan mempengaruhi ruhaniah manusia sekaligus  jasmaniah manusia.

Misalnya, ada buah Apel. Bagaimanapun manisnya apel tersebut, tapi apabila tidak halal maka kita akan selalu was-was untuk memakannya. Sehingga bila kita memakannya, maka mengunyah akan cepat-cepat, ditempat yang tersembunyi, perasaan tidak tenang atau gelisah. Apabila kita makan dalam kondisi demikian, maka banyak kemungkinan yang akan terjadi pada jasmani kita. Makanan tidak akan hancur dengan sempurna bila dikunyah dengan cepat, sehingga bisa menyumbat tenggorokan dan akibat kecilnya akan tersedak atau bila parah akan menyumbat saluran pernapasan yang dapat mengakibatkan kematian. Perasaan yang gelisah akan meningkatkan adrenalin, kemudian orang tersebut akan mengalami ketakutan yang bisa memicu stres, jantung berdebar-debar, tekanan darah meningkat (hipertensi) dan jika terus terulang akan mengalami stroke dan mati.

Bila makanan tersebut manis atau pahit,  maka yang terlihat efeknya hanyalah kesanggupan memakan makanan tersebut atau tidak. Kalau pun dipaksaan maka akan terlihat reaksi mengerut pada wajahnya.

Sebenarnya yang dapat mempengaruhi ruh kita adalah sesuatu yang bersifat ruh juga atau biasa disebut dengan non materi. Hanya saja ada sebagian manusia yang makan secara berlebihan yang tidak mengikuti sunnah Rasul. Seperti makan sampai kekenyangan, sehingga sulit bernapas dan susah bergerak, akhirnya mengantuk dan tidur. Padahal Rasul sangat melarang orang yang tidur dalam keadaan kekenyangan. Akhirnya tidak bisa melaksanakan sholat malam, mengaji bahkan mungkin masih tidur pada saat waktu sholat subuh tiba.

Bila kita lebih spesifikkan pada perempuan dan hubungan spiritual atau non materi ini dengan kesehatan, kita bisa melihat pada saat perempuan mengalami menstruasi. Kenapa pada saat menstruasi perempuan tidak boleh puasa dan sholat? Saat perempuan sedang mengalami menstruasi, dibutuhkan banyak istirahat  serta makanan yang bergizi, bahkan diupayakan makan 3 hingga 4 kali dalam sehari dengan gizi yang seimbang. Selain itu, perempuan tidak bisa melakukan sebagian gerakan-gerakan dalam sholat (seperti rukuk, sujud, dan duduk), karena gerakan ini akan menekan  rahim yang sedang dalam kondisi terluka. Sementara berdiri terlalu lama akan menambah rasa sakit atau nyeri pada saat haid. Sungguh Allah telah memperhitungkan semuanya untuk kebaikan hamba-hambanya.

Bagi perempuan yang sedang mengandung (hamil), sholat merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan janin. Karena gerakan–gerakan sholat terutama gerakan sujud sangat membantu proses rotasi janin, agar ketika tiba memasuki usia kandungan 9 bulan kepala janin berada pada mulut rahim.  Mendengarkan suara mengaji pada janin melalui dinding perut ibu akan memberikan suasana nyaman pada janin dan tentunya juga pada ibunya. Seperti dalam penelitian  Masuro Emoto, tentang cara air membentuk kristal-kristal yang indah ketika disentuhkan dengan hal-hal yang baik, kesucian, keikhlasan, kedamaian, rasa syukur serta terima kasih dan kemudian air itu diminum, maka sudah pastilah akan memberikan kesegaran dan kesehatan bagi siapa saja yang meminumnya dan tentunya terdapat nilai non materi padanya. Apalagi jika air itu diisi dengan berbagai doa.