Senin, 22 Oktober 2012

NILAI SPIRITUALITAS DARI KESEHATAN PEREMPUAN

Manusia adalah mahluk jasmaniah sekaligus makhluk ruhaniah. Karena itu, dalam dirinya ada potensi untuk berhubungan dengan dunia material dan dunia spiritual. Manusia adalah “radio dua band” yang mampu menangkap gelombang panjang dan gelombang pendek. Ia mampu menangkap hukum-hukum alam di balik gejala-gejala fisik yang diamatinya. Selain itu, manusia juga mampu menyadap isyarat-isyarat gaib dari alam yang lebih luas lagi. Bila satu potensi dikembangkan luar biasa sedangkan potensi yang lain dimatikan, manusia akan menjadi mahluk yang bermata satu.
Kebahagiaan, ketentraman, keindahan, kesucian, keadilan, dan keharuan adalah gejala-gejala ruhaniah yang dimiliki manusia. Gejala-gejala ini tidak bisa dimiliki bila potensi ruhaniah dimatikan. Jadi ruh mampu mempengaruhi jasmani, tapi jasmani tidak akan mampu mempengaruhi ruh. Atau dalam pengertian lain, bahwa  non materi dapat mempengaruhi yang non materi dan yang materi.

Makanan adalah salah satu kebutuhan manusia yang bersifat jasmaniah. Jika kita melihat dari sisi materi makanan seperti apa yang dimakan (manis atau pahit; bergizi atau tidak), berapa kali kita makan dalam sehari, dan lain-lain. Semuanya itu akan mempengaruhi jasmani kita, seperti gemuk atau kurus, tinggi atau pendek, kebersihan kulit, dll. Tapi jika kita melihat dari sisi non materinya, seperti kehalalannya, apakah menyebut nama Allah pada saat pengelolaannya, apakah kita makan diawali dengan basmalah dan diakhiri dengan hamdalah, maka akan mempengaruhi ruhaniah manusia sekaligus  jasmaniah manusia.

Misalnya, ada buah Apel. Bagaimanapun manisnya apel tersebut, tapi apabila tidak halal maka kita akan selalu was-was untuk memakannya. Sehingga bila kita memakannya, maka mengunyah akan cepat-cepat, ditempat yang tersembunyi, perasaan tidak tenang atau gelisah. Apabila kita makan dalam kondisi demikian, maka banyak kemungkinan yang akan terjadi pada jasmani kita. Makanan tidak akan hancur dengan sempurna bila dikunyah dengan cepat, sehingga bisa menyumbat tenggorokan dan akibat kecilnya akan tersedak atau bila parah akan menyumbat saluran pernapasan yang dapat mengakibatkan kematian. Perasaan yang gelisah akan meningkatkan adrenalin, kemudian orang tersebut akan mengalami ketakutan yang bisa memicu stres, jantung berdebar-debar, tekanan darah meningkat (hipertensi) dan jika terus terulang akan mengalami stroke dan mati.

Bila makanan tersebut manis atau pahit,  maka yang terlihat efeknya hanyalah kesanggupan memakan makanan tersebut atau tidak. Kalau pun dipaksaan maka akan terlihat reaksi mengerut pada wajahnya.

Sebenarnya yang dapat mempengaruhi ruh kita adalah sesuatu yang bersifat ruh juga atau biasa disebut dengan non materi. Hanya saja ada sebagian manusia yang makan secara berlebihan yang tidak mengikuti sunnah Rasul. Seperti makan sampai kekenyangan, sehingga sulit bernapas dan susah bergerak, akhirnya mengantuk dan tidur. Padahal Rasul sangat melarang orang yang tidur dalam keadaan kekenyangan. Akhirnya tidak bisa melaksanakan sholat malam, mengaji bahkan mungkin masih tidur pada saat waktu sholat subuh tiba.

Bila kita lebih spesifikkan pada perempuan dan hubungan spiritual atau non materi ini dengan kesehatan, kita bisa melihat pada saat perempuan mengalami menstruasi. Kenapa pada saat menstruasi perempuan tidak boleh puasa dan sholat? Saat perempuan sedang mengalami menstruasi, dibutuhkan banyak istirahat  serta makanan yang bergizi, bahkan diupayakan makan 3 hingga 4 kali dalam sehari dengan gizi yang seimbang. Selain itu, perempuan tidak bisa melakukan sebagian gerakan-gerakan dalam sholat (seperti rukuk, sujud, dan duduk), karena gerakan ini akan menekan  rahim yang sedang dalam kondisi terluka. Sementara berdiri terlalu lama akan menambah rasa sakit atau nyeri pada saat haid. Sungguh Allah telah memperhitungkan semuanya untuk kebaikan hamba-hambanya.

Bagi perempuan yang sedang mengandung (hamil), sholat merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan janin. Karena gerakan–gerakan sholat terutama gerakan sujud sangat membantu proses rotasi janin, agar ketika tiba memasuki usia kandungan 9 bulan kepala janin berada pada mulut rahim.  Mendengarkan suara mengaji pada janin melalui dinding perut ibu akan memberikan suasana nyaman pada janin dan tentunya juga pada ibunya. Seperti dalam penelitian  Masuro Emoto, tentang cara air membentuk kristal-kristal yang indah ketika disentuhkan dengan hal-hal yang baik, kesucian, keikhlasan, kedamaian, rasa syukur serta terima kasih dan kemudian air itu diminum, maka sudah pastilah akan memberikan kesegaran dan kesehatan bagi siapa saja yang meminumnya dan tentunya terdapat nilai non materi padanya. Apalagi jika air itu diisi dengan berbagai doa.

0 komentar:

Posting Komentar