Senin, 22 Oktober 2012

Tasbih Az-Zahra

Kepada salah seorang sahabatnya Ali Bin Abi Thalib bercerita perihal penderitaan isterinya:
Fatimah isteriku setiap hari mengerjakan pekerjaan rumah. Mulai dari mencuci baju, memandikan anak-anak serta membersihkan ruangan. Setiap hari ia mengangkkat air, sampai-sampai bekas tali kantung air itu terlihat di dadanya. Selain itu, beliau juga menggiling gandum sehingga tangannya kepalan. Setiap hari, ia memasak sampai bajunya kotor dan kusut. Melihat itu aku menjadi iba dan menganjurkan kepadanya agar meminta dari Raul saw seorang pembntu guna meringankan beban pekerjaannya.
Keesokan harinya Fatimah bertamu ke rumah ayahandanya dengan maksud menyampaikan hajatnya itu. Namun setibanya di rumah ayahandanya, terlihat ayahnya sedang hangat bericara dengan beberapa orng tetamunya. Oleh karenanya beliau gagal menyampaikan keperluannya dan langsung pulang ke rumah. Keesokan harinya Rasul dating ke rumah putrinya. Dia duduk di sisi putrinya itu seraya bertanya, “Wahai Fatimah, kemarin engkau datang ke rumahku, mungkin engku perlu sesuatu?” Fatimah malu untuk menyatakan isi hatinya. Namun, segera aku (Ali) berkata, “Wahai Rasul! Putrimu setiap hari bekerja keras, ia membawa air sehingga tali kantung  (qirbah)  membekas di dadanya dan tangannya kepalan lantaran terlalu banyak menggiling. Untuk meringankan bebannya, aku mengusulkan agar meminta seorang pembantu darimu.”
Dalam jawabannya Rasul saw berkata, “Ada sesuatu yang lebih baik dari pembantu. Ketika engkau hendak tidur, katakanlah sebanyak 33 kali subhanallah dan 33 kali al-hamdu lillah dan 34 kali Allahu akbar.”
Jumlah semuanya seratus. Wahai Fatimah! Jika engkau mengamalkan dzikir itu setiap pagi, Allah swt akan memenuhi hajat dunia dan akhiratmu. Fatimah berkata, “Aku rela kepada Tuhan dan Rasul-Nya.”


0 komentar:

Posting Komentar