Kepada salah seorang sahabatnya Ali
Bin Abi Thalib bercerita perihal penderitaan isterinya:
Fatimah isteriku setiap hari
mengerjakan pekerjaan rumah. Mulai dari mencuci baju, memandikan anak-anak
serta membersihkan ruangan. Setiap hari ia mengangkkat air, sampai-sampai bekas
tali kantung air itu terlihat di dadanya. Selain itu, beliau juga menggiling
gandum sehingga tangannya kepalan. Setiap hari, ia memasak sampai bajunya kotor
dan kusut. Melihat itu aku menjadi iba dan menganjurkan kepadanya agar meminta
dari Raul saw seorang pembntu guna meringankan beban pekerjaannya.
Keesokan harinya Fatimah bertamu ke
rumah ayahandanya dengan maksud menyampaikan hajatnya itu. Namun setibanya di
rumah ayahandanya, terlihat ayahnya sedang hangat bericara dengan beberapa orng
tetamunya. Oleh karenanya beliau gagal menyampaikan keperluannya dan langsung
pulang ke rumah. Keesokan harinya Rasul dating ke rumah putrinya. Dia duduk di sisi
putrinya itu seraya bertanya, “Wahai Fatimah, kemarin engkau datang ke rumahku,
mungkin engku perlu sesuatu?” Fatimah malu untuk menyatakan isi hatinya. Namun,
segera aku (Ali) berkata, “Wahai Rasul! Putrimu setiap hari bekerja keras, ia
membawa air sehingga tali kantung
(qirbah) membekas di dadanya dan
tangannya kepalan lantaran terlalu banyak menggiling. Untuk meringankan
bebannya, aku mengusulkan agar meminta seorang pembantu darimu.”
Dalam jawabannya Rasul saw berkata,
“Ada sesuatu yang lebih baik dari pembantu. Ketika engkau hendak tidur,
katakanlah sebanyak 33 kali subhanallah dan 33 kali al-hamdu lillah dan 34 kali
Allahu akbar.”
Jumlah semuanya seratus. Wahai
Fatimah! Jika engkau mengamalkan dzikir itu setiap pagi, Allah swt akan
memenuhi hajat dunia dan akhiratmu. Fatimah berkata, “Aku rela kepada Tuhan dan
Rasul-Nya.”
0 komentar:
Posting Komentar