1. Di
zaman Nabi Musa as pernah terjadi masa paceklik yang begitu hebat, nabi Musa as
beserta bani Israil keluar dari kota untuk memohon hujan. Ini dilakukan sampai tiga kali; tapi hujan tetap saja tak kunjung turun. Allah
mewahyukan kepada Musa as, “Aku tak akan mengabulkan doamu dan mereka yang bersamamu
selama masih ada di antara kalian, orang yang suka mengadu domba.”
2. Konon,
bani Israil pernah mengalami masa paceklik yang begitu hebat selama tujuh
tahun; sampai-sampai mereka memakan bangkai, sampah, dan bahkan memakan
anak-anak kecil. Acapkali mereka berdoa
di gunung atau padang pasair, namun tetap saja hujan tidak turun.
Allah mewahyukan
pada nabi mereka, “Katakanlah pada mereka bahwa meski kalian menempuh jalan
menuju- Ku dan mengangkat tangan berdoa seraya menangis dan meratap, Aku tidak
akan mengabulkan doa kalian selama kalian tidak mengembalikan hak-hak orang
lain yang kalian rampas.”
3. Diriwayatkan
bahwa suatu saat, sekauman bani Israil mengalami kekeringan, mereka berdoa,
tapi tak terkabul. Allah mewahyukan kepada nabi mereka, “Katakanlah pada
orang-orang ini, ‘Kalian telah menghadap-Ku dengan tubuh-tubuh yang najis dan
mengangkat tangan-tangan yang berlumuran darah orang lain ke arah-Ku serta
perut-perut yang dipenuhi sesuatu yang haram. Karena itulah Aku tidak
mengabulkan doa kalian.’”
Dari ketiga
kisah ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa faktor-faktor tidak dikabulkannya
doa adalah:
1. Mengadu
domba.
2. Dipanjatkan
dalam keadaan najis.
3. Memakan
makanan haram.
4. Mengambil
hak orang lain.
0 komentar:
Posting Komentar