Oleh: Heart2709
Judul Buku : Mahabbah Cinta Rabi’ah Al Adawiyah
Penulis : Asfari MS dan Otto Sukatno CR
Penerbit : Yayasan Bentang Budaya, Yogyakarta.
Tahun Terbit : 2000
Buku Mahabbah Cinta Rabiah
Al-Adawiyah merupakan kumpulan syair-syair cinta Rabi'ah al-Adawiyah. Seorang tokoh
sufi wanita yang pertama yang tercatat di dalam sejarah tasawuf. Dalam buku ini
dibahas tentang sufi dan ajaran tasawuf, khususnya tentang Cinta Ilahi. Dimulai
dari pembahasan tentang makna cinta dan sufisme, riwayat hidup Rabi'ah al
Adawiyah, kemudian tentang cinta Ilahi, pecinta dan pencapaiannya, serta
mahabbah dan ma'rifah, sampai pada kumpulan syair-syair Rabi'ah al Adawiyah.
Seperti diketahui bahwa sebagian
besar para sufi menjadikan cinta sebagai jalan rohani yang penting dalam
hubungan manusia dengan Tuhan. Dalam syair-syairnya, Rabi'ah al-Adawiyah
menjadikan cinta kepada Allah sebagai hal yang utama. Di dalam buku ini juga
dibahas tentang sebab-sebab timbulnya cinta, diantaranya; cinta yang ada di
dalam diri manusia, seperti rindu bertemu Tuhan, disamping kecintaan kepada
diri sendiri, kecintaan untuk berbuat baik, kecintaan terhadap keindahan.
Selain itu diuraikan juga tentang
hakekat cinta. Pembahasan tentang cinta di buku ini dimulai dengan pengertian
cinta, yang berasal dari kata hubb (jenis cinta dan kasih sayang yang murni)
atau mahabbah, cinta yang rindu untuk bertemu kekasih, berupaya mencari
kekasih, atau hati yang telah penuh dengan cinta, sehingga tak ada lagi tempat
di hatinya selain dari Sang Kekasih.
Seperti yang dibahas di dalam buku ini, pembaca diingatkan dalam upaya mencapai cinta Ilahi, yaitu suatu keadaan spiritual yang tinggi yang merupakan anugrah Tuhan karena Cinta-Nya, yaitu dengan cara menjalankan kewajiban-kewajiban agama, seperti dengan beribadah, do'a, taubat, sabar, syukur, dan sebagainya, hingga sampai pada mahabbah dan ma'rifah. Hal-hal tersebut diuraikan dengan begitu baik dan sistematis, sehingga memungkinkan pembaca akan lebih memahami tentang cinta Ilahi serta keadaan seorang hamba dalam mencapai Cinta Ilahi.
0 komentar:
Posting Komentar