Senin, 22 Oktober 2012

Kisah Hikmah: Wanita Sabar dan Tegar

Dalam perang uhud, sebagian besar pejuang Islam, termasuk Sayyidina Hamzah, gugur sebagai syahid. Tersebar berita, Rasulullah saw juga syahid.
Setelah perang usai, para wanita Madinah berangkat menuju Uhud. Kedatangan mereka disambut Rasulullah saw. Saat itu, Zainab saudari Abdullah bin Jahsy menemui Rasulullah saw. Lalu Rasulullah saw bersabda kepadanya, “sabar dan tegarlah!” Ia bertanya, “atas apa?” Rasulullah saw bersabda, “atas kesyahidan saudaramu, Abdullah.” Zainab menjawab, “kesyahidan baginya adalah menyenangkan.”
Rasulullah saw bersabda, “bersabarlah!” Zainab menjawab, “atas apa?” Rasulullah saw bersabda, “atas kesyahidan pamanmu, Hamzah.” Zainab menjawab, “Kita semua berasal dari-Nya dan kepada-Nyalah akan kembali. Selamat atas maqam syahadah yang telah diraihnya.” Kemudian Rasulullah saw bersabda, “sabar dan kuatkanlah dirimu!” Zainab menjawab, “atas apa?” Rasulullah saw bersabda, “atas kesyahidan suamimu, Mash’ab bin Umair.” Tatkala mendengar jawaban ini, Zainab langsung menangis dengan keras dan memilukan. Rasulullah saw bersabda, “kedudukan suami di sisi istri sedemikian tinggi, sehingga tak seorang pun yang mampu menyamainya.”
Namun Zainab menjawab mereka yang menanyakan, “mengapa berkenaan dengan suamimu engkau menangis sedemikian rupa,” dengan jawaban, “tangisanku bukan karena suamiku, yang sesungguhnya telah berhasil mendapatkan anugerah kesyahidan dan keridhaan Rasulullah saw. Tangisanku dikarenakan anak-anak yatimnya; apa yang harus kukatakan kepada mereka tatkala mereka mencari ayahnya?”

0 komentar:

Posting Komentar